pecahnya Yugoslavia
Yugoslvia merupakan negara multietnik yang berhasil dipersatukan oleh seorang pahlawan yaitu Josip Broz Tito. Ia disebut pahlawan karena mempersatukan rakyat dan bersama-sama menghadapi musuh yaitu agresi soviet dan infasi Jerman dalam perang dunia dua. Walaupun berbentuk komunis, namun dibawah kepemimpina Tito selama 40 tahun, Yugoslavia merupakan negara komunis yang paling makmur dan tidak berafiliasi ke super power komunis manapun baik Uni Soviet maupun RRC. Dengan bentuknya yang demikian, Yugoslavia tidak melibatkan diri pada kecenderungan dunia saaat itu yaitu masuk kedalam salah satu pakta pertahanan yang merupakan bagian dari perang dingin.
Persatuan dan kesatuan yang mengabaikan perbedaan etnis dan agama tersebut harus berakhir bersamaan dengan meninggalnya tokoh kharismatik Presiden Tito penggantinya yaitu Slobodan Milozevic tidak memiliki kemampuan untuk mempersatukan negri ini. Ia hanya berusaha menghidupkan Serbia Raya dan memaksa etnik lain masuk kedalam budayanya. Dengan bantuan Robodan Karadzic ia memprovokasi etnik Serbia yang tersebar di seluruh wilayah Yugoslavia untuk melawan pemerintahan setempat.
Di Boznia Herzegovina terjadi perang etnis dipicu oleh referendum yang memerdekakan Boznia dari Yugoslavia pada bulan Maret 1992 dan menempatkanseorang muslim Boznia sebagai Presiden. Hal ini ditentang oleh Serbia dan dengan bantuan bagian negara Serbia, etnik Serbia-Boznia melakukan perlawanan terhadap pemerintahan Boznia yang sah dengan cara melakukan pembantaian atau pembersihan etnik mayoritas muslim Boznia.
Persatuan dan kesatuan yang mengabaikan perbedaan etnis dan agama tersebut harus berakhir bersamaan dengan meninggalnya tokoh kharismatik Presiden Tito penggantinya yaitu Slobodan Milozevic tidak memiliki kemampuan untuk mempersatukan negri ini. Ia hanya berusaha menghidupkan Serbia Raya dan memaksa etnik lain masuk kedalam budayanya. Dengan bantuan Robodan Karadzic ia memprovokasi etnik Serbia yang tersebar di seluruh wilayah Yugoslavia untuk melawan pemerintahan setempat.
Di Boznia Herzegovina terjadi perang etnis dipicu oleh referendum yang memerdekakan Boznia dari Yugoslavia pada bulan Maret 1992 dan menempatkanseorang muslim Boznia sebagai Presiden. Hal ini ditentang oleh Serbia dan dengan bantuan bagian negara Serbia, etnik Serbia-Boznia melakukan perlawanan terhadap pemerintahan Boznia yang sah dengan cara melakukan pembantaian atau pembersihan etnik mayoritas muslim Boznia.
Hi ulya
BalasHapus